Evaluasi Tata Kelola TI Menggunakan COBIT 2019 (Bheka Cafe)
IT Governance

Evaluasi Tata Kelola TI Menggunakan COBIT 2019 (Bheka Cafe)

Artikel ini membahas evaluasi tata kelola teknologi informasi pada UMKM Bheka Cafe menggunakan framework COBIT 2019. Analisis dilakukan pada beberapa domain seperti APO07, APO11, APO12, DSS03, DSS05, dan DSS06 untuk menilai aspek SDM, kualitas layanan, risiko, keamanan, dan kontrol proses bisnis. Hasil menunjukkan bahwa sistem sudah mendukung operasional, namun masih terdapat kekurangan seperti belum adanya SOP, backup rutin, audit log, serta sistem penanganan masalah. COBIT 2019 memberikan gambaran menyeluruh untuk meningkatkan efektivitas, keamanan, dan kualitas pengelolaan TI.PendahuluanTata kelola teknologi informasi menjadi aspek penting dalam mendukung operasional bisnis, termasuk pada UMKM seperti Bheka Cafe. Penggunaan sistem informasi pada proses transaksi dan operasional membutuhkan pengelolaan yang baik agar berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan teknologi informasi menggunakan framework COBIT 2019.MetodologiAnalisis dilakukan menggunakan framework COBIT 2019 dengan fokus pada domain:• APO07 (Managed Human Resources) untuk mengevaluasi pengelolaan sumber daya manusia dalam penggunaan sistem informasi• APO11 (Managed Quality) untuk menilai kualitas layanan dan sistem• APO12 (Managed Risk) untuk mengidentifikasi risiko terkait sistem informasi• DSS03, DSS05, DSS06 untuk melihat proses dukungan, keamanan, dan kontrol operasional sistemHasil AnalisisDari hasil evaluasi, ditemukan beberapa kesenjangan antara kondisi aktual dan praktik COBIT 2019, yaitu:• Kurangnya SOP pengelolaan dan penggunaan sistem informasi• Minimnya pelatihan formal bagi pengguna sistem (kasir dan admin)• Belum adanya dokumentasi proses TI yang terstruktur• Tidak adanya sistem backup database secara berkala• Belum tersedia sistem pencatatan error (ticketing system)• Keamanan sistem masih terbatas pada login tanpa kebijakan password yang kuat• Belum ada audit log aktivitas pengguna sistemRekomendasiUntuk meningkatkan tata kelola TI pada Bheka Cafe, beberapa rekomendasi yang diberikan adalah:• Membuat SOP penggunaan sistem informasi secara formal• Melakukan pelatihan rutin bagi pengguna sistem• Menyusun dokumentasi proses TI yang jelas dan terstruktur• Menerapkan sistem backup database otomatis• Mengimplementasikan ticketing system untuk penangan masalah• Meningkatkan keamanan dengan password policy dan audit logMelakukan evaluasi kualitas sistem secara berkalaKesimpulanCOBIT 2019 membantu dalam mengevaluasi tata kelola teknologi informasi secara lebih komprehensif dan terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun sistem sudah berjalan dalam mendukung operasional bisnis, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama pada aspek dokumentasi, keamanan, dan manajemen risiko. Dengan penerapan rekomendasi yang diberikan, diharapkan kualitas tata kelola TI pada UMKM dapat meningkat secara signifikan.

Evaluasi Tata Kelola TI Menggunakan COBIT 5 pada UMKM Laundry
IT Governance

Evaluasi Tata Kelola TI Menggunakan COBIT 5 pada UMKM Laundry

Artikel ini membahas evaluasi tata kelola teknologi informasi menggunakan framework COBIT 5 pada UMKM. Analisis difokuskan pada domain APO07 untuk menilai pengelolaan sumber daya manusia dalam penggunaan sistem informasi. Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat beberapa kelemahan seperti kurangnya SOP, minimnya pelatihan pengguna, serta belum adanya dokumentasi formal. COBIT 5 membantu mengidentifikasi gap tersebut dan memberikan rekomendasi perbaikan seperti penyusunan SOP, pelatihan rutin, dan dokumentasi proses TI agar tata kelola sistem menjadi lebih efektif.Pendahuluan Tata kelola teknologi informasi menjadi aspek penting dalam mendukung operasional bisnis, termasuk pada UMKM seperti laundry. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan TI menggunakan framework COBIT 5.MetodologiAnalisis dilakukan menggunakan domain APO07 untuk mengevaluasi pengelolaan sumber daya manusia dalam mendukung penggunaan sistem informasi.Hasil AnalisisDitemukan beberapa gap antara kondisi aktual dan standar COBIT, seperti:• Kurangnya SOP pengelolaan TI• Minimnya pelatihan pengguna sistem• Belum adanya dokumentasi formalRekomendasi• Membuat SOP penggunaan sistem• Melakukan pelatihan rutin• Dokumentasi proses TIKesimpulanCOBIT 5 membantu dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas tata kelola TI pada UMKM secara lebih terstruktur.

Analisis Sistem Pendaftaran SPMB Berbasis Web
Web Development

Analisis Sistem Pendaftaran SPMB Berbasis Web

Artikel ini membahas pengembangan aplikasi web menggunakan teknologi modern dengan fokus pada struktur frontend dan backend. Proses pengembangan meliputi perancangan sistem, pembuatan database, implementasi fitur, serta integrasi antara client-side dan server-side. Framework seperti Laravel digunakan untuk membangun backend yang terstruktur, sementara frontend dirancang agar responsif dan mudah digunakan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem web dapat berjalan secara dinamis, scalable, dan mendukung kebutuhan pengguna secara efektif.PendahuluanSistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) merupakan proses penting dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk mengelola pendaftaran siswa baru. Pada studi kasus ini, proses pendaftaran sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan beberapa kendala seperti keterlambatan data, kesalahan input, dan proses verifikasi yang tidak efisien.Analisis MasalahBerdasarkan hasil observasi, ditemukan beberapa permasalahan utama:• Proses pendaftaran masih dilakukan secara manual• Data tidak terpusat• Proses verifikasi membutuhkan waktu lama• Risiko duplikasi data cukup tinggiSolusi yang DiusulkanUntuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sistem informasi berbasis web yang memiliki fitur:• Pendaftaran online• Manajemen data peserta• Verifikasi data oleh admin• Dashboard monitoringKesimpulanDengan adanya sistem informasi berbasis web, proses SPMB dapat dilakukan dengan lebih efisien, terstruktur, dan terpusat sehingga meminimalkan kesalahan dalam pengolahan data.

Deploy Laravel di FastPanel
Programming

Deploy Laravel di FastPanel

Artikel ini membahas proses deployment aplikasi Laravel menggunakan FastPanel sebagai control panel hosting. Tujuan dari proses ini adalah memindahkan aplikasi dari local environment ke server agar dapat diakses secara online. Proses deployment dilakukan dengan konfigurasi server, pengaturan environment, serta penyesuaian agar aplikasi berjalan stabil di production.PENDAHULUANDeployment merupakan tahap penting dalam pengembangan aplikasi web berbasis Laravel. Setelah proses development selesai di lokal, aplikasi perlu dipindahkan ke server agar bisa digunakan oleh pengguna. FastPanel digunakan karena memiliki fitur manajemen file, database, dan domain yang mudah digunakan.METODOLOGITahapan deployment Laravel di FastPanel dilakukan sebagai berikut:1. Upload source code Laravel ke server2. Arahkan document root ke folder public3. Konfigurasi file .env sesuai database server4. Install dependency menggunakan Composer5. Jalankan migrate database jika diperlukan6. Setting permission folder storage dan bootstrap/cacheHASIL IMPLEMENTASISetelah deployment dilakukan:• Website dapat diakses melalui domain• Koneksi database berjalan normal• Routing Laravel berfungsi dengan baik• Fitur aplikasi berjalan tanpa errorKENDALA• Permission folder storage bermasalah• Perbedaan versi PHP lokal dan server• Composer tidak tersedia di beberapa hosting• Kesalahan konfigurasi file .envKESIMPULANFastPanel mempermudah proses deployment Laravel. Dengan konfigurasi yang tepat, aplikasi dapat berjalan stabil di server production dan siap digunakan oleh pengguna.

Rahasia Laptop Lawas Ngebut
Komputer

Rahasia Laptop Lawas Ngebut

Artikel ini membahas cara meningkatkan performa laptop lawas melalui optimasi software dan upgrade hardware seperti RAM, SSD, dan CPU (jika didukung). Fokus utama adalah solusi hemat biaya untuk pelajar dan mahasiswa agar tetap bisa menggunakan laptop lama secara optimal tanpa harus membeli perangkat baru.PENDAHULUANLaptop lawas sering digunakan oleh pelajar dan mahasiswa karena keterbatasan budget. Namun seiring waktu, performa laptop menurun akibat spesifikasi yang tidak lagi mampu mengikuti kebutuhan aplikasi modern. Hal ini menyebabkan laptop menjadi lambat, sering hang, dan booting lama. Oleh karena itu diperlukan solusi hemat biaya untuk meningkatkan performa perangkat.METODOLOGIPerbaikan dilakukan melalui dua pendekatan: software dan hardware.Optimasi Software (gratis):• Menonaktifkan startup aplikasi• Membersihkan cache dan file temporary• Menggunakan aplikasi ringan• Mengurangi visual effect sistem• Menggunakan OS ringan jika diperlukanUpgrade Hardware:RAM Upgrade:• Upgrade 4GB ke 8GB atau 16GB (sesuai motherboard)• Meningkatkan kemampuan multitasking• Cocok untuk kebutuhan kuliah dan codingSSD Upgrade:• Mengganti HDD ke SSD• Booting lebih cepat• Aplikasi lebih responsif• Peningkatan performa paling signifikanCPU Upgrade (jika memungkinkan):• Upgrade ke prosesor yang kompatibel• Meningkatkan performa komputasi• Tidak semua laptop mendukung upgrade CPUPERTIMBANGAN BUDGET MAHASISWAKarena keterbatasan budget pelajar dan mahasiswa, upgrade dilakukan secara bertahap:• Optimasi software sebagai langkah awal (gratis)• Upgrade RAM sebagai prioritas kedua (murah dan efektif)• Upgrade SSD sebagai investasi utama• Upgrade CPU hanya jika memungkinkan dan ada budget lebihHASIL IMPLEMENTASI• Laptop lebih cepat saat booting• Multitasking lebih lancar• Aplikasi lebih stabil• Performa meningkat signifikan tanpa harus beli laptop baruKENDALA• Keterbatasan dana mahasiswa• Tidak semua laptop support upgrade hardware• Risiko kompatibilitas pada CPU• Harga SSD dan RAM masih menjadi pertimbanganKESIMPULANKombinasi optimasi software dan upgrade hardware seperti RAM dan SSD dapat meningkatkan performa laptop lawas secara signifikan. Solusi ini sangat cocok untuk pelajar dan mahasiswa dengan budget terbatas karena lebih hemat dibanding membeli laptop baru.